Skip to main content

Solo Travelling? Why Not!



Hello, everyone! Long time no see you all. I decided to wrote something interesting after break for several months. Berawal dari pemikiran untuk jalan-jalan ke suatu tempat sendirian, gua cari-cari tempat yang enak terus ada beberapa kota yang memang friendly for solo traveler, dan akhirnya gua memilih Bandung untuk memulai perjalanan sendirian ini, semoga nanti akan ada kota-kota selanjutnya. Selama ini kadang memang sering ke suatu tempat sendiri untuk seharian, tapi gua belum pernah merasakan sensasi solo travelling, yang bener-bener kemana-mana sendiri, tidur sendiri, juga makan sendiri, nyuci sendiri, masak sendiri *keterusan. Gua jalan-jalan di Bandung sekitar 3 hari 2 malem. Mau tau? Here wo go!
  •          Jakarta – Bandung

Berangkat hari Minggu pagi dari Bogor ke Jakarta via Commuter Line, turun di Stasiun Gondangdia lalu naik ojek online ke Stasiun Gambir, check-in kereta dan menunggu Argo Parahyangan menuju Bandung. Sebenarnya karena plan waktu itu terlalu mepet, gua ga dapet kereta ke Bandung jadi turun di Cimahi dengan harga tiket Rp 110.000.
STARTER PACK

"Menginap INAP at Capsule Hostel Grand Asia Afrika, Bandung"

Karena solo travelling jadi ga begitu ribet untuk memilih kamar buat menginap, cukup yang enak, nyaman dan murah. Gua akhirnya memilih menginap di salah satu Capsule Hostel di Bandung dan alhamdulillah dapet special view beserta harga promo! Sistemnya room sharing, jadi dapur, ruang makan dan toilet digunakan bersama. Letaknya di lantai 19 unit nomor 17. Viewnya cakep bener dari atas, bikin tenang meskipun kamarnya terbilang memang pas banget untuk satu orang. Tidak sarankan untuk yang phobia ruang sempit ya (claustrophobia). Total menginap selama 3 hari 2 malam sekitar Rp 200.000, murah bukan?

Special View 

16 Rooms -  Sharing

sisi kanan tempat tidur

sisi depan tempat tidur

"Forest Walk Babakan Siliwangi"

Ini destinasi pertama saat sampai di Bandung setelah chek-in di Capsule Hostel. Disini rame banget, mungkin karena gratis dan enak buat jalan-jalan sore. Tempatnya ga jauh dari pusat kota Bandung. Suasananya nyaman karena banyak pohon rimbun dan tempatnya terlihat terawat. Cocok untuk menghabiskan waktu sambil baca buku, dengerin musik atau sekedar mengobrol.

Orang Bandung kadang biasa sebut Baksil
salah satu spot di Baksil
" Teras Cikapundung BBWS Citarum"

Tadinya mau ke tempat jembatan rek kereta api yang udah ga kepake, tapi karena cukup jauh dari kota Bandung dan kondisinya sudah sore juga macet waktu itu, jadi akhirnya memutuskan untuk kesini sebentar. Teras Cikapundung BBWS Citarum terlihat seperti taman kota pada umumnya. Tertata dan nyaman untuk nongki.
seperti taman kota pada umumnya

ini kolam yang isinya ikan-ikan untuk terapi

"Braga"

Braga ini salah satu kawasan city walk di Bandung, di pusat kota dan ramai pejalan kaki apalagi kalau weekend atau hari libur. Banyak berjejer penjual berbagai barang, makanan, minuman, bahkan lukisan. Dan gua sempet-sempetnya nonton ‘Keluarga Cemara’ sambil nunggu jadwal nonton, gua jalan-jalan di trotoarnya sambil cari makan malem.
salah satu spot di Braga City Walk

"Tebing Keraton"

Karena nginep di Capsule Hostel pake sistem sharing, jadi gua berpikir akan banyak yang ngantri mandi, akhirnya setelah sholat Subuh gua langsung siap-siap. Jam 6 pagi, hari Senin, gua berangkat ke Tebing Keraton yang jaraknya kira-kira 14 km, naik motor bermodal Google Maps. Dingin banget. Tapi seneng. Aksesnya mudah, apalagi untuk pengguna motor karena bisa naik sampai atas dan jalannya sudah bagus butuh waktu sekitar 5 menit dari parkiran motor untuk sampai ke tempat tujuan. Dengan membayar Rp 10.000 tiket masuk dan Rp 5.000 parkir motor, kamu udah bisa melihat pemandangan super mantap!
Tebing Keraton saat pagi

versi ada tangan lucu

"Taman Hutan Raya Juanda"

Kalau Bogor punya Kebun Raya Bogor, Bandung punya Taman Hutan Raya Juanda tapi lebih luas. Wkwkwk. Gua kesana setelah dari Tebing Keraton jaraknya sekitar 5 km, jadi salah satu orang yang dateng paling pagi karena pegawainya juga masih pada siap-siap. Sarapan nasi goreng di bagian kantinnya. Dan jalan kaki kira-kira 7,5 km untuk muter-muter di Hutan Raya ini, dengan modal Rp 21.000 (include asuransi, parkir motor dan tiket masuk) kalian sudah bisa jalan-jalan disini.
salah satu jalan di Taman Hutan Raya Juanda

Monumen Ir. H. Juanda

"Goa Jepang"

Paling dekat jaraknya sama pintu masuk, kondisinya agak horror tapi gua ditemenin sama tour guidenya untuk masuk ke dalem. Ada sekitar 4 pintu yang terhubung, menjadi saksi bisu kekejaman penjajahan Jepang selama 3,5 tahun yang dulunya digunakan untuk barak militer dan perlindungan.
setelah disarankan tour guide buat foto *brb gaya*

"
Goa Belanda"

Kondisinya lebih bagus, lebih kokoh, lebih tertata daripada Goa Jepang karena memang sudah dilakukan beberapa kali renovasi. Ada juga bunker untuk penjara bagi orang-orang yang sudah tidak mampu kerja paksa lagi, dibiarkan meninggal di dalam agar tidak membocorkan rahasia.
setelah berjalan agak jauh dari Goa Jepang

"Makan Siang di Cocorico"

Karena baterei handphone hampir habis dan butuh untuk Google Maps, akhirnya mencari restoran yang recommended dan letaknya tidak jauh dari Taman Hutan Raya Juanda. Akhirnya, pergilah ke Cocorico, dengan city view. Tempatnya nyaman untuk nongki dan banyak spot lucu untuk foto.
"Mural Quote di Jalan Asia-Afrika"

Hari kedua di Bandung, badan mendadak drop, akhirnya demam. Dari siang sampai malam mencoba recovery dengan beli obat dan kompres untuk demam. Sampai kepikiran untuk kembali ke Bogor, tapi alhamdulillah mendingan saat malam. Jadi langsung pergi melihat malam di pusat Bandung, sholat isya di Masjid Raya Bandung. Dan jalan-jalan disekitarnya, juga foto-foto di Mural Quote yang hits banget itu wkwkwkwk meskipun butuh perjuangan buat fotonya.

by Pidi Baiq


kondisi pagi hari terakhir di Bandung

"Tebing Gunung Hawu"

Trip selanjutnya ini agak jauh dari pusat kota Bandung, gua menuju Padalarang, Kab. Bandung Barat, jaraknya sekitar 25 km. Berangkat dari jam 7 karena Bandung berkabut di pagi hari. Jalannya berbatu dan menanjak. Tidak rekomen untuk pakai motor yang ece-ece wkwkwk karena agak sulit. Hiking sedikit ke bagian tebingnya, dan viewnya cakep banget! Bikin ga nyesel untuk bangun pagi, jauh-jauh dateng dan jalan menanjak penuh lumpur dan berbatu. Disana sepi banget saat gua dateng hanya ada satu keluarga yang juga naik ke tebingnya, selebihnya gua hanya melihat para pengambil rumput dan pekerja pabrik. Terus, gua sempet-sempetnya jatoh bersama motor karena maksain untuk naik ke tempat yang agak terjal pake motor, dan disana tidak ada orang. Wkwkwkwk, tapi atas keyakinan diri sendiri akhirnya bisa! Alhamdulillah.
salah satu spot yang terlihat ketika naik di Tebing Gunung Hawu

sisi yang bagian belakang Tebing Gunung Hawu

versi ada tangan unyu

sisi lain saat ada di Tebing Gunung Hawu

"Indiana Camp"

Ini sebenernya salah satu objek wisata di Stone Garden, jarak dari Tebing Gunung Hawu ke Stone Garden ga begitu jauh sekitar 5 km. Waktu ke Indiana Camp, salah satu yang pertama naik ke jembatan dan lihat-lihat bagian atasnya, ada beberapa tempat spot foto. Tiket masuknya Rp 10.000 (free air mineral). Tour guide nya baik dan ramah banget, diajak ngobrol ngalor-ngidul.
saat mau nyebrang di jembatan

saat sudah sampai di sebrang jembatan

"Stone Garden"

Disini banyak sekali orang, karena hari libur Tahun Baru Imlek juga. Tapi mantap banget viewnya! Akses untuk naik ke atasnya mudah dan tidak terlalu jauh. Jajaran batu yang abstrak dengan segala ukuran cocok banget untuk foto-foto. Jaket gua disini sempet ilang, jadi gua muterin jalan yang gua laluin sebelumnya untuk cari jaket yang isinya ada kunci motornya, alhamdulillah ketemu di salah satu batu yang memang jauh dari jangkauan orang-orang, jadi wajar ga ada yang nyadar ada jaket terkapar disana.





"Makan Siang di Gormeteria"

Setelah lelah berpetualang ke alam-alam, akhirnya pulang ke kota mampir ke restoran yang recommended versi pergikuliner. Pas masuk, suasananya hangat dan nyaman. Yang paling suka adalah musholanya, suka banget nyaman banget dan bagus banget. Salah satu mushola paling-paling menurut gua. Selain itu, makanan juga minumannya enak, slice cake yang jadi ciri khas Gormeterianya juga mantap!
kondisi mushola ternyaman


slice cake Thai yang jadi salah satu ciri khas 


  •          Bandung – Jakarta

Setelah puas jalan-jalan, akhirnya gua siap-siap check-out, gua seharusnya check-out di Capsule Hostel itu jam 2 siang, tapi gua baru dateng jam 4 karena macet banget perjalanan baliknya. Gua juga udah gaenak sama resepsionisnya, karena mau dipake kamar guanya. Tapi ternyata mereka ramah sekali dan ngebolehin gua untuk siap-siap dan bersih-bersih. Gua juga nunggu sampai magrib disana, duduk di balkon sambil baca buku di sore hari. Enak banget! Balik ke Jakarta bersama Mutya, temen kantor gua yang dari Bandung, menuju Jakarta – Bandara Soekarno Hatta dan kembali bekerja di Belitung. Jadi, kapan ke Bandung?

Comments

Popular posts from this blog

Kukila (Kumpulan Cerpen) by M. Aan Mansyur

Ini adalah kumpulan cerpen karya M. Aan Mansyur, sebelumnya gua hanya membeli buku puisinya tapi dapet rekomen untuk baca ini dari temen gua. Sebenarnya, setiap ke Gramedia, kadang-kadang penasaran sama Kukila ini. Karena, dari judulnya aja udah aneh gitu. Tapi, selalu mengurungkan niat untuk beli buku hingga akhirnya pas mau beli Kukila malah mencari-cari di beberapa Gramedia, dan sayangnya tidak juga ketemu. Untung ada gramedia.com jadi bisa cari-cari buku yang susah banget ketemu macam Kukila ini. Aan Mansyur memang keren. Gua dibuat konflik batin saat membaca kumpulan cerpen ini, dan secara langsung menyesal kenapa baru baca sekarang padahal sudah lama buku ini ada. Memang buku ini cukup vulgar, tapi M. Aan Mansyur hampir selalu membuat ceritanya seperti twist ending karena menambahkan fakta-fakta mengejutkan meski dalam beberapa kalimat pendek. Berikut merupakan rangkuman beberapa cerpennya. Kukila Ceritanya tentang Kukila yang ditinggal suaminya, Rusdi. Di awal cerita, ...

The Little Prince (Le Petit Prince) by Antoine de Saint-Exupéry

Kalo versi Bahasa Indonesia namanya Pangeran Cilik, lucu gak sih? Wkwkwk. Buku ini gua dapet dari rekomendasi temen sekantor yang secara langsung gua pinjem dan gua anggurin selama beberapa lama, maybe several months, I don’t know exactly. Pengarangnya adalah Antoine de Saint-Exupéry, yang merupakan seorang penulis sekaligus pilot asal Perancis, yang menurut google ditulis saat Perang Dunia II around 1941-1943 dalam pengasingannya di Amerika. Banyak orang kantor yang memang bilang bagus, ga heran karena udah diterjemahkan dalam 230 bahasa asing dan entah sudah terjual berapa juta copy. But what makes this book is great? I’ll only find out if I read that book. So, in the beginning, I don’t get the point, what is the masterpiece thing that makes this book’s so great? I’m still wondering until I read half of the book. Cerita ini tentang seorang pilot yang pesawatnya mogok di Gurun Sahara dan bertemu dengan The Little Prince. Tokoh Aku yang merupakan seorang pilot menceritakan ...

Ingin Menjadi Junalis? Wajib Tahu!

Ketika ingin menjadi seorang jurnalis, tidak lengkap rasanya jika tidak mengetahui istilah-istilah yang ada di dalam jurnalistik karena itu akan membantu dalam banyak hal setelah mendalami peran sebagai jurnalis. Berikut adalah istilah-istilah yang sering ada dan perlu diketahui di bidang jurnalistik: A. Jurnalisme  Menurut Wikipedia, kewartawanan atau jurnalisme (berasal dari kata  journal ) mempunyai arti catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, dapat juga diartikan sebagai surat kabar. Journal  berasal dari istilah bahasa Latin  diurnalis , yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik. Jurnalisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pekerjaan mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menerbitkan berita di surat kabar. Banyak termonilogi terhadap definisi jurnalisme dari kalangan ahli tetapi dari beragam definisi yang dipaparkan, bisa ditarik kesimpulan bahwa pengertian jurnalisme merupakan kajian...